Senin, 10 November 2014

Tari Topeng Betawi, tarian bernuansa magis yang mulai redup

| |

                          Tari Topeng Betawi, tarian bernuansa magis yang mulai redup 

Merdeka.com - Kota Jakarta hari ini telah berumur 489. Kota yang dulu bernama Batavia ini mempunyai segudang sejarah dan budaya yang unik nan menarik.

Namun sayangnya, Jakarta yang berubah menjadi kota metropolitan dan dihuni oleh orang-orang multietnis mulai memudar ciri khas dan budaya aslinya. Salah satunya adalah Tari Topeng Betawi.

Tarian Topeng sebenarnya merupakan salah satu ciri khas budaya tari di Indonesia. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan China seperti Jaipong dan Tari Topeng yang para pemainnya menggunakan kostum penari khas pemain Opera khas negeri Tirai Bambu tersebut.

Tari Topeng adalah visualisasi gerak, yang dibuat tanpa melalui konsep yang khusus. Di dalamnya ada pengaruh budaya Sunda, namun memiliki ciri khasnya berupa selancar. Para penarinya menggunakan topeng yang mirip dengan Topeng Banjet Karawang Jawa Barat, namun dalam topeng Betawi memakai Bahasa Betawi.

Dalam Tarian Topeng Betawi sendiri ada tiga unsur di dalamnya yaitu musik, tari dan teater. Tarian dalam Topeng Betawi inilah yang disebut Tari Topeng.

Secara umum, Tari Topeng adalah jenis tarian yang penarinya mengenakan topeng. Topeng sendiri telah ada di Indonesia sejak zaman pra-sejarah. Secara luas digunakan dalam tari yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Makna topeng dalam keseharian masyarakat Indonesia, khususnya Betawi kabarnya dipercaya memiliki kekuatan magis yang dapat menjauhkan dari petaka.

Tari Topeng Betawi, gerakannya lincah dan riang. Biasanya, tarian ini diiringi musik rebab, kromong tiga, gendang besar, kulanter, kempul, kecrek dan gong buyung.

Karena tarian ini bersifat teatrikal dan memiliki unsur komunikasi meski lewat gerak, maka biasanya Tari Topeng Betawi memiliki tema besar dalam setiap pertunjukannya. Biasanya tema yang diangkat adalah kritik sosial mengenai kemiskinan di pada masa kolonial, atau terkadang hanya menyajikan guyonan semata.

Awalnya Tari Topeng Betawi disajikan secara berkeliling oleh para seniman, terutama sebagai bagian hiburan dari pesta pernikahan atau khitanan. Pertunjukan Tari Topeng Betawi biasa digelar semalam suntuk.

Unsur magis dari topeng sendiri perlahan-lahan bergeser. Awalnya, jika orang yang menyelenggarakan pesta atau hajat kemudian menggundang kelompok Tari Topeng, maka orang tersebut memiliki tujuan agar dia dan keluarganya dijauhkan dari petaka.

Tetapi, kemudian hal tersebut bergeser lebih pada kemeriahan yang diberikan tarian ini dapat pula memeriahkan pestanya. Pesta-pesta besar sepertinya kurang lengkap tanpa adanya Tari Topeng Betawi.

Di Betawi sendiri, tari topeng ini mempunyai beberapa varian seperti Tari Lipet Gandes, Tari Topeng Tunggal, Tari Enjot-enjotan, Tari Gegot, Tari Topeng Cantik, Tari Topeng Putri, Tari Topeng Ekspresi, dan Tari Kang Aji.

Semoga di ulang tahun Jakarta yang ke 486 ini kesenian Jakarta seperti Tari Topeng Betawi masih mendapatkan tempat di hati warganya. Jika bukan warga Jakarta yang menjaganya siapa lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Cute Tinkerbell

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©